Alun - alun Jombang

Kabar Berita Jombang

Ringin Contong Jombang

Kabar Berita Jombang

Masjid Agung Jombang

Kabar Berita Jombang

Peta Jombang

Kabar Berita Jombang

Gedung DPRD Jombang

Kabar Berita Jombang

Friday, 8 January 2016

Bertemu Di Jombang, Rumor Senior PPP Islah



KABAR BERITA JOMBANG : Usai penunjukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan), tokoh-tokoh partai berlambang ka'bah itu berkumpul di Jombang, Sabtu (9/1). Mereka berkumpul di Yayasan Roushon Fikri, yang notabene milik tokoh senior PPP Abdul Hafidz Maksum.

Tokoh yang hadit diantaranya, KH Maimun Zubair, Ketum PPP Lukman Hakim Saifudin, Sekjen PPP Romahurmuzy atau Romi, Imron Pangkapi, serta Musafa Noer. Hadir pula tokoh PPP asal Jombang seperti KH Irfan Soleh dan Hj Munjidah Wahab.

Meski kedatangan mereka untuk menghadiri milad ke-15 Yayasan Roushon Fikr, namun rumor yang berkembang, bertemunya tokoh-tokoh senior PPP itu untuk membahas rencana islah. "Pak Hafidz Maksum ini senior saya di PPP," ujar Lukman Hakim dalam sambutannya.

Seperti diketahui, Kementerian Hukum dan HAM memutuskan mengembalikan kepengurusan PPP berdasarkan hasil Munas Bandung. Keputusan ini diambil setelah Kemenkumham mencabut Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM tentang kepengurusan hasil Muktamar Surabaya.

Dalam kepengurusan hasil Munas Bandung, Ketua Umum PPP dijabat oleh Suryadharma Ali. Namun, saat ini yang bersangkutan tengah menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan demikian, yang akan mengisi jabatan Ketua Umum PPP untuk sementara waktu adalah Lukman Hakim Saifuddin. Saat ini, Lukman menjabat sebagai Menteri Agama. rilis (beritajatim)

Thursday, 7 January 2016

Belum Dipasang Rambu dan PJU 2 ABG Tewas, Ring Road Mojoagung Ditutup


KABAR BERITA JOMBANG : Kecelakaan Maut yang menewaskan dua Pelajar Di ring road Mojoagung memantik kalangan dewan untuk angkat bicara. mereka memninta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jombang tidak membuka jalur alias Ditutup. Sebelum rambu lalu lintas terpasang. Apalagi, tidak sedikit warga belakangan ini yang mengalami celaka saat menggunakan di jalur ring road tersebut.

Dhuha, selaku anggota komisi C DPRD Jombang, mengatakan, Kecelakaan yang menewaskan Anita Lisnawati,18 dan Jayanti Agustina Rahayu, 18 warga Desa/Kecamatan Sumobito semestinya menjadi bahan evaluasi dishub. 

Meski sudah dioperasikan, namun ternyata jalur tersebut belum memenuhi standar keamanan lalu - lintas. " dijalur itu belum ada satupun rambu - rambu penanda yang terpasang. itu sangat berbahaya bagi pengguna jalan", ujarnya. 

Bukan kali ini saja, kecelakaan lalu - lintas terjadi di jalan raya By Pass Desa Betek, Kecamatan Mojoagung ini tidak sedikit mengakibatkan korban luka - luka" sudah sering terjadi kecelakaan di situ, kebanyakan kendaraan yang melintas di jalur Ring road tersebut pasti berkecepatan tinggi, sedangkan banyak perempatan yang tidak ada rambu - rambunya, tambah Politisi PAN tersebut.

Selain itu di Jalur tersebut pada waktu sore hari sering digunakan oleh ABG untuk pacaran dan kalau pada malam hari digunakan untuk balapan liar. (yih)

MEA berlaku, Siap - siap Pribumi Tergantikan Tenaga Kerja Asing


KABAR BERITA JOMBANG : Era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimulai pada 2016. Namun setahun sebelum berlaku, yaitu 2015, perusahaan di Jombang, Jawa Timur, sudah diserbu tenaga kerja asing.

Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Jombang mencatat 84 tenaga kerja asing mencari rezeki di kabupaten tersebut. Jumlah itu bertambah tiga orang ketimbang 2014.

Para pekerja berasal dari Korea, China, Taiwan, dan beberapa negara di Eropa. Sedikitnya 14 perusahaan di Jombang yang mempekerjakan warga asing.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Jombang, Heru Wijayanto, mengatakan momen MEA belum terasa di awal Januari. Jumlah tenaga kerja asing di Jombang pun belum meningkat.

"Posisi mereka (tenaga kerja asing) di perusahaan pun strategis. Sebab warga pribumi belum memiliki kualitas menempati posisi tersebut," kata Heru di Jombang, Kamis (7/1/).

Meski demikian, Heru mengatakan menyiapkan aturan untuk mengendalikan serbuan tenaga kerja asing di Jombang. Satu di antaranya perusahaan harus menyediakan tenaga kerja pribumi untuk mendampingi tenaga kerja asing dalam rangka alih teknologi dan keahlian.rilis (metronewstv)

Wednesday, 6 January 2016

Dikelola Ala Kadarnya, Kedung Cinet Memakan Korban



KABAR BERITA JOMBANG : Warga tak dapat mengunjungi wisata alam Kedung Cinet di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, hingga waktu yang belum ditentukan. Pengelola menutup kawasan itu setelah seorang pelajar tewas di kawasan tersebut empat hari lalu.

Dari pantauan dilokasi kejadian, Kamis 7 Januari, sebuah pelang dipasang di pintu gerbang masuk wisata alam Kedung Cinet. Pelang bertuliskan: Mohon maaf, wisata alam Kedung Cinet tutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Humas Perum Perhutani KPH Jombang, Pujiono, membenarkan keputusan itu. Penutupan dilakukan sehari setelah pelajar tewas di kawasan itu.

"Kita tak ingin ada korban jatuh lagi. Kondisi alam pun tak memungkinkan. Cuaca sangat buruk. Sangat berbahaya bagi pengunjung," kata Pujiono di Jombang.

Pujiono mengatakan kondisi alam di Kedung Cinet memesona pengunjung. Bahkan, wisata alam itu diklaim sebagai miniatur pemandangan Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat.

Sungai mengalir dengan air berwarna hijau jernih. Aliran sungai melintasi hamparan tebing menjulang di sisi kiri dan kanan. Pepohonan hijau kian membuat pemandangan di Kedung Cinet tampak sejuk.

Menurut Pujiono, keasrian alam Kedung Cinet menarik minat pengunjung. Tapi ia mengaku tak berani memastikan kapan lokasi wisata alam itu dapat dibuka kembali.

Ia juga mendorong Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) membuat perjanjian kerja sama terkait pengelolaan wisata itu.

Pada Minggu 3 Januari 2016, Ferdi, pelajar SMAN 1 Ngimbang, Lamongan, tewas saat menikmati pemandangan alam di Kedung Cinet. Ia tenggelam saat mandi di sungai.(metrotvnews)

Tidak ikut Asuransi Pertanian, Rugi Ditanggung Sendiri


KABAR BERITA JOMBANG : Sekitar 1.070 hektar lahan pertanian yang ada di Kabupaten Jombang mengalami  kerusakan akibat banjir yang  menerjang. Banyak petani mengalami kerugian hingga puluhan juta.
Kondisi ini, diperparah lagi banyak petani belum seluruhnya ikut dalam program asuransi pertanian. Data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang setidaknya ada 9 kecamatan yang para petaninya belum mengikutkan lahan pertaniannya untuk diasuransikan.
“Mekanisme untuk mengikutkan lahan pertanianya pada asuransi sangatlah mudah,” kata Kepala Dinas Pertanian Hadi Purwantoro.
Tak hanya itu, biaya premi yang harus dibayar juga disubsidi dari pemerintahan pusat. ”Biaya premi sebenarnya sangat murah, seban 80 persen dari biaya tersebut suda di subsidi pemerintah pusat, dan mekanisme untuk mengikuti asuransi tersebut juga sangat mudah bagi petani,” ujarnya.
Lebih lanjut Hadi menjelaskan, biaya untuk mengikuti asuransi per hektar hanya sekitar 180 ribu dan itupun disubsidi oleh pemerintah pusat sekitar 144 ribu. Artinya petani setiap kali ikut dalam asuransi hanya membayar premi sekitar 36 ribu. ”Mekanisme untuk mengikuti asuransi hanya setiap kali musim tanam, seperti tanaman padi, petani hanya membayar 3 bulan sekali setiap kali memasuki musim tanam. Jadi satu tahun petani hanya membayar 2 kali saja,” paparnya.
Dari data yang ada di dinas pertanian ada sekitar 2207,97 hektar lahan pertanian yang sudah mengikuti asuransi pertanian. ”Itupun dibagi dari 12 kecamatan seperti Kecamatan Bareng 4 hektar, Kesamben 9 hektar, Diwek 10 hektar, 9 hektar,Sumobito 77 hektar, Ploso 12 hektar, Jogoroto 231 hektar, Peterongan 132 hektar, Ngoro 361 hektar, Gudo 401 hektar dan yang paling luas berada di wilayah Kecamatan Mojowarno luasnya mencapai 506 hektar,” bebernya.
Namun yang menjadi kendala semakin meruginya petani disaat lahan pertanianya terkena bencana, karena mereka tidak mengikuti program tersebut. Sebab petani masih belum mengetahui manfaat dari  program tersebut sehingga apa yang mereka tetap mengalami kerugian di saat lahan pertanian mereka diterjang bencana seperti banjir kemarin. (berita metro)
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com